Satreskrim Polresta Pekanbaru Ringkus Komplotan Curanmor

  • Whatsapp

Pekanbaru(Akuratpos). Kerap meresahkan masyarakat dengan aksinya. Satreskrim Polresta Pekanbaru ringkus komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda empat dan roda dua. Dalam komplotan ini, ada sembilan tersangka yang berhasil diamankan.

Kesembilan tersangka ini berhasil diamankan aparat kepolisian dari sejumah tempat yang berbeda di Kota Pekanbaru. Adapun sembilan tersangka, diantaranya berinisial, ZN, YN, CD, YH, AR, IS, YD, DD, dan SF. Sedangkan khusus tersangka IS dan YD ini diketahui merupakan seorang residivis yang baru keluar dari penjara pada bulan Maret 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

Dalam ekspos yang digelar di Mapolresta Pekanbaru, Jumat (26/2) sore kemarin, diketahui bahwa sembilan tersangka yang diamankan merupakan komplotan pencurian kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang telah beraksi sebanyak 12 kali.

“Mereka beraksi di berbagai TKP. Dengan sasaran target nya sepeda motor dan kendaraan roda empat,” kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Juper Lumban Toruan, saat memimpin ekspos.

Ia mengungkapkan, tersangka ZN dan YN merupakan pelaku pencurian kendaraan roda empat dengan merk Daihatsu Grandmax, pada Kamis (28/1) lalu.

Dari tangan tersangka, polisi turut menyita barang bukti berupa kunci berbentuk Y, yang dipergunakan untuk membuka pintu mobil serta rangakaian kabel yang digunakan untuk menghidupkan mobil.

“Kita turut mengamankan tiga unit sepeda motor, kunci T yang sudah dimodifikasi,” terangnya.

Juper menyebutkan, jika modus para para tersangka memantau kendaraan yang ditinggalkan pemiliknya. Jika dipastikan kondisi sudah sepi maka mereka akan menggunakan kunci yang sudah dimodifikasi ini untuk melakukan pencurian kendaraan.

“Sembilan tersangka ini terbagi dalam tiga kelompok saat melakukan aksinya. Kebanyakan kendaraan yang mereka curi ini yang sering berada diparkiran, pertokoan, perumahan dan di parkiran mesjid,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan Juper, kendaraan yang dicuri para komplotan ini sudah dijual dengan harga yang bervariasi dan dibawah harga pasar yakni mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta.

“Ini yang kita amankan adalah sebagian dari yang belum dijual, sebagian kendaraan mereka jual bahkan sampai ke luar kota Pekanbaru, di Kabupaten Kampar,” tutupnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *