Firdaus: Masa Transisi, Pengelolaan Sampah Di Pekanbaru Belum Normal

  • Whatsapp

Pekanbaru(AkuratPos). Akibat transisi, permasalahan sampah di Kota Pekanbaru saat ini belum maksimal. Hal ini terlihat dari tumpukan sampah yang tidak terangkut oleh petugas.

Menanggapi hal tersebut Walikota Pekanbaru Firdaus MT mengatakan, bahwa jika pengelolaan angkutan sampah saat ini dikelola langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru secara swakelola. Hal ini disebabkan proses lelang pihak ketiga pengelolaan angkutan sampah di Pekanbaru masih berlangsung.

Bacaan Lainnya

”Memang permasalahan sampah belum normal seperti biasanya. Sebab, saat ini masih masa transisi pasca kontrak pengelola angkutan sampah berakhir pada akhir tahun 2020 yang lalu,” ujarnya, ketika ditemui sejumlah awak media, Senin (11/1).

Firdaus juga mengakui, jika pengelolaan angkutan sampah yang diambil alih Pemerintah Kota belum dapat membersihkan Kota Pekanbaru dari tumpukan sampah yang dibuang masyarakat ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar.

“Penyebab penumpukkan sampah ini dikarenakan keterbatasan personel dan keterbatasan armada angkutan sampah juga turut andil,” ucapnya.

Untuk sementara lanjut Firdaus, pihak DLHK Pekanbaru sudah melakukan penambahan armada dengan cara menyewa kendaraan pengangkut sampah.
Hingga saat ini, sudah ada 43 armada angkutan sampah yang digunakan dalam mengangkut sampah di seluruh zona wilayah Pekanbaru.

“Di semua zona, kita akui itu belum cukup untuk petugas dan armada. Maka kita minta dukungan dan partisipasi semua pihak. Baik itu Camat, Lurah, Dinas, dan Organisasi masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Menurut Firdaus, kondisi ini tentunya tidak kerja sehari atau dua hari saja. Namun, pengelolaan sampah secara swakelola ini akan dilakukan hingga dapat mitra atau pihak ketiga hasil dari lelang tersebut.

”Ada dua zona wilayah yang kita lelang kan. Sama wilayah nya seperti tahun lalu. Saat ini proses lelang masih berlangsung, diperkirakan awal Februari 2021 mendatang pemenang lelang sudah dapat beroperasi dalam pengelola angkutan sampah,” tutupnya.

Sebagai informasi, untuk lelang yang dilakukan ini terbagi atas dua zona. Pada zona 1 nilai kegiatan yang dilelang sebesar Rp22,8 miliar. Sementara di zona 2 sebesar Rp21,6 miliar.

Sebelumnya, sejak 2018 lalu, di Pekanbaru ada dua pihak ketiga pengelola angkutan sampah yang dikerjasamakan. Yaitu PT Samhana Indah dan PT Godang Tua Jaya. Kedua perusahaan ini dibagi dua zona wilayah kerja.

PT. Godang Tua Jaya mengangkut sampah di Kecamatan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki dan Kecamatan Marpoyan Damai.

Sedangkan PT. Samhana Indah mengangkut sampah di Kecamatan Bukitraya, Kecamatan Sukajadi, Kecamatan Pekanbaru Kota, Kecamatan Senapelan, Kecamatan Lima Puluh, Kecamatan Sail dan Kecamatan Tenayan Raya.

Sedangkan sampah di dua kecamatan lagi yakni Kecamatan Rumbai dan Kecamatan Rumbai Pesisir, diangkut langsung oleh petugas dari DLHK Kota Pekanbaru.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *