Minggu Ini Kota Pekanbaru Mulai Divaksin

  • Whatsapp

Pekanbaru(AkuratPos). Jika tidak ada kendala, tanggal 14 Januari mendatang Kota Pekanbaru sudah mulai dilakukan Vaksinasi Covid-19. Untuk tahap perdana, akan diberikan kepada tenaga kesehatan dan pimpinan daerah hingga tokoh masyarakat.

Walikota Pekanbaru Firdaus mengatakan bahwa, vaksinasi secara nasional akan diberikan pertama kepada Presiden RI Joko Widodo pada 13 Januari. Kemudian dilanjutkan pada 14 Januari, vaksinasi dimulai di daerah maupun pusat secara serentak.

Bacaan Lainnya

“Kemudian pada hari keduanya untuk daerah dan pusat, para tokoh publik divaksinasi. Kemudian petugas medis yang kontak langsung dengan pasien,” ujar Firdaus, usai menggelar rapat secara virtual bersama Gubernur Riau dan Forkopimda untuk membahas pelaksanaan vaksinasi covid secara serentak, Senin (11/1).

Ketika ditanya alasan tokoh publik dilakukan vaksinasi perdana untuk daerah. Firdaus mengungkapkan, jika para tokoh publik merupakan orang yang banyak kontak langsung dengan masyarakat. Disamping itu bisa untuk memotivasi masyarakat agar turut divaksinasi.

“Sedangkan alasan petugas medis dilakukan vaksinasi adalah orang yang rentan karena kontak langsung dengan pasien Covid-19. Sehingga perlu dilakukan vaksinasi terlebih dahulu,” ucapnya.

Menurut Firdaus, tokoh publik yang akan divaksinasi nanti di antaranya adalah kepala daerah, Forkopimda, pimpinan organisasi keagamaan, dan petugas kesehatan.

Khusus untuk dirinya sebagai Walikota, Ia mengaku tidak ikut vaksinasi. Karena vaksin jenis Sinovac tersebut tidak efektif bagi usia di atas 60 tahun dan juga usia di bawah 17 tahun.

“Jadi, kenapa Pak Wali tidak ikut vaksin, ya karena tidak bisa tadi,” terangnya.

Terkait pelaksanaannya, vaksinasi akan dilangsungkan di Puskesmas Rejosari yang rencananya akan ada tim dari Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru akan bergabung di tempat tersebut. Sebelum vaksinasi dilakukan, setiap orang yang akan divaksinasi terlebih dulu dilakukan screening.

Ditambahkan, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru M Noer, bahwa bagi yang akan menerima vaksin harus dilakukan screening terlebih dahulu. Mereka akan berpuasa minimal 8 jam atau sekitar 10 jam sebelum divaksinasi.

Dijelaskannya, screening itu untuk mengecek dulu keadaan fisik calon penerima vaksin. Kalau ada penyakit bawaan, tokoh-tokoh publik yang diajukan namanya bisa jadi batal untuk untuk menerima vaksin. Hal itu untuk menghindari efek samping dari vaksin tersebut.

“Untuk screening puasa minimal 8 jam atau lebih kurang 10 jam. Khusus tenaga kesehatan mungkin tidak akan di screening, karena mereka sudah tahu kondisi kesehatannya masing-masing,” terang M Noer.

Untuk tahap awal, akan dilakukan 2.700 vaksinasi. Hal itu diutamakan terlebih dahulu adalah tenaga kesehatan dan beberapa tokoh publik.

Dikatakan M Noer, tokoh publik yang akan menerima vaksin itu ada 15 nama yang disiapkan, namun untuk vaksinasi disiapkan 10 orang. Tokoh publik itu di antaranya adalah Wakil Walikota Pekanbaru, asisten Setdako, Forkopimda dan pimpinan organisasi keagamaan.

Proses vaksinasi akan dilakukan di 21 Puskesmas dan 1 RSD Madani Kota Pekanbaru. Masing-masing Puskesmas sudah disiapkan tim vaksinasi yang terdata hingga ke pusat.

“Masing-masing Puskesmas ada 3 yang akan menjadi tim dan didata sampai nasional. Kemudian ada juga dari dinas sendiri dan RSD Madani, dan semua sudah disiapkan timnya, nama-namanya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, masing-masing Puskesmas disiapkan 5 orang tim, tapi yang masuk data 3 orang. Setiap Puskesmas juga sudah disiapkan untuk penyimpanan vaksin. Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah menyiapkan gudang untuk penyimpanan vaksin tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *